Jawa Barat || Ratusan pemulung secara spontan tanpa di Komando langsung turun ke lokasi aksi demonstrasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin 03 Maret 2026.
Para penulung menganggap aksi tersebut dapat menghilangkan pendapatannya, sebagai ladang penghidupan untuk seluruh keluarganya, karena bergantung di TPAS Galuga.
Hal tersebut disampaikan langsung koordinator aksi lapangan Nanang Hidayat, dalam peristiwa tersebut, pihaknya hanya sebatas menertibkan sesuai dengan laporan aksi dari Polres.
“Adapun penuntupan jalan umum itu dilakukan oleh pemulung dan kita tidak tahu motivasinya mereka, aksi kita untuk ini menuntut pergantian ganti untung dari pemilik lahan yang terdampak TPAS Galuga.
Hari Ini murni demo dari pemilik lahan sebanyak 18 orang yang berjuang sejak 6 tahun silam, dan mereka hanya diiming-iming oleh Pemkab Bogor sampai hari ini yang nyatanya tidak ada realisasi.
Terakhir ketika mediasi ada yang akan memberi uang kadeudeuh kepada pemilik lahan terdampak TPAS Galuga, akan tetapi tidak ada ganti untung, makanya aksi ini akan terus kita lanjutkan sampai dengan tuntutan kami direalisasikan,” ungkapnya.
Sementara itu menurut salah seorang pemulung, aksi mereka dilakukannya secara spontan tanpa adanya Komando, ini adalah murni suara kami karena ladang pencaharian terganggu.
“Ini ladang usaha kami untuk menghidupi seluruh keluarga kami, dari adanya penutupan tersebut ini bagaimana kami bisa makan dan sekolah anak – anak kamipun terganggu,” ungkapnya.













