Kesehatan
Trending

Mengenal Patogen Dalam Tubuh Manusia

Pasti jarang orang yang tahu bahwa di dalam tubuh kita ternyata terdapat berbagai bakteri atau mikroba. Makhluk kecil tersebut hidup dan melakukan simbiosis mutualisme dengan tubuh kita.  Namun, ada juga mikroba yang hanya mau enaknya sendiri. Makhluk tersebut hidup dan menumpang di tubuh kita tanpa  memberikan efek positif sedikit pun. Microba semacam inilah yang disebut patogen.

Menurut informasi yang dilansir dari id.wikipedia.org, patogen adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit. Umumnya, hanya organisme yang sangat patogen yang dapat menyebabkan penyakit, sementara sisanya jarang menimbulkan penyakit.

Definisi lain menyebutkan bahwa patogen adalah agen biologis atau disebut juga dengan mikroorganisme parasit yang mampu menghasilkan berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang inangnya yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan melalui simbiosis parasitisme, mutualisme, atau komensalisme.

Sumber penyakit yang menyerang tubuh manusia (sumber: foodnheal.com)

Beruntung dalam tubuh kita terdapat sistem imun tubuh yang baik sehingga mikroba jahat yang bersifat merusak tersebut dapat dikontrol dan dihalau sehingga tidak menyebabkan penyakit.  Namun, jika jumlah bakteri atau mikroba tersebut semakin banyak maka tubuh kita pun akan mengalami dampaknya berupa menurunnya sistem kekebalan tubuh. Efeknya kita akan merasa sakit atau demam sehingga membutuhkan obat untuk menyembuhkannya.

Patogen atau mikroba yang menjadi penyebab penyakit ini memiliki berbagai bentuk, jenis, dan strukturnya. Semua patogen mempunyai kesamaan yaitu bertujuan medatangkan penyakit dengan cara menyerang inangnya. Kemudian menularkan diri dengan berbagai cara, seperti melalui udara, rute fecal-oral, darah, hubungan kelamin dan cairan tubuh lainnya.

Berikut jenis-jenis patogen yang berbahaya untuk kesehatan:

  1. Virus

Virus adalah sejenis mikroba yang tubuhnya terdiri dari komponen genetik seperti DNA atau RNA yang dilindungi oleh lapisan protein sehingga mereka mampu bertahan hidup. Ketika virus-virus ini masuk ke tubuh kita dan melakukan infeksi, mereka menggunakan komponen yang ada dalam tubuh kita untuk berkembang biak dengan cara menduplikasikan dirinya sehingga jumlah mereka semakin lama terus bertambah banyak.

Sebagian virus yang masuk ke tubuh kita hanya bisa menyerang atau membuat kita sakit ketika daya tahan tubuh kita sedang menurun. Sebaliknya, ada juga virus yang bisa langsung menyerang dan menyebabkan kita sakit karena terpapar olehnya. Bahkan, uniknya terdapat beberapa virus yang mati secara sementara saja, kemudia ia mampu menggandakan dirinya kembali. Saat kondisi ini terjadi, penderita yang terserang virus ini terlihat seakan-akan pulih kesehatannya, kemudian tiba-tiba kembali jatuh sakit.

Pengobatan virus tidak dapat dilakukan dengan memakai antibiotik. Obatnya tergantung dari jenis virus itu sendiri atau menunggu imunitas tubuh kita menguat sehingga  tubuh kita mampu melawan virus tersebut dan menghancurkannya. Biasanya tenaga medis akan berusaha mengatasi gejala yang ditimbulkannya sehingga daya tubuh akan meningkat dan virus tidak menyebar ke mana-mana.

  1. Bakteri

Bakteri adalah organisme bersel tunggal yang mampu menyebabkan infeksi pada tubuh manusia. Jenisnya pun sangat bervariasi dan memiliki bentuk yang beragam, serta memiliki kemampuan untuk hidup diberbagai lingkungan, termasuk di dalam tubuh manusia.

Tidak semua bakteri dapat menyebabkan penyakit. Bakteri yang dapat menyebabkan penyakit disebut bakteri patogen. Tubuh manusia bisa lebih rentan terhadap serangan bakteri ketika sistem kekebalan tubuhnya terganggu atau sedang turun. Kabar baiknya, infeksi terhadap bakteri ini bisa diobati dengan antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan bakteri menjadi kebal.

  1. Jamur

Jamur merupakan sebuah organisme yang bisa hidup secara alami di tanah atau tumbuhan. Bahkan, jamur mampu hidup di kulit manusia. Kebanyakan jamur tidak begitu berbahaya bagi kesehatan, tetapi ada sejenis jamur tertentu yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan secara serius.

Beberapa jenis jamur dapat kita jumpai di sembarang tempat, seperti dalam ruangan, di luar ruangan, dan juga menempel pada kulit manusia. Infeksi jamur dapat terjadi ketika petumbuhannya berlangsung secara cepat.

Jika jamur sudah masuk ke dalam tubuh manusia dan melakukan infeksi akan cenderung sulit diatasi. Penyebabnya karena banyaknya membran tebal yang melindungi inti jamur. Salah satu cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan cara mengamati jamur tersebut sebelum ia tersebar ke mana-mana. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh jamur di antaranya adalah sariawan dan kurap.

  1. Parasit

Parasit adalah hewan kecil yang masuk dan mampu bertahan hidup di tubuh inangnya. Parasit yang sering sekali masuk ke dalam tubuh manusia di antaranya adalah:

–  Helminths (cacing)

Helminths (cacing) adalah organisme bersel banyak yang dapat hidup di dalam atau luar tubuh.  Makhluk ini termasuk salah satu patogen yang sering berada dalam tubuh manusia. Contohnya adalah cacing gelang (filum Nematoda) dan cacing perut (ascaris lumbricoides). Sekitar  1.472 juta manusia di seluruh dunia diperkirakan terkena penyakit cacing perut ini. Jenis parasit ini menjadi penyebab utama morbiditas pada negara-negara berkembang.

–  Protozoa

Protozoa adalah organisme sel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak di tubuh manusia. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di melalui mikroskop. Protozoa tidak sama dengan prokariot karena ukurannya lebih besar dan selnya eukariotik. Juga berbeda dengan algae karena tidak berklorofil, dan berbeda dengan jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel.

–  Fungi

Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Para ilmuwan sering memakai istilah cendawan sebagai sinonim bagi fungi. Ilmu yang mempelajari fungi disebut mikologi.

–  Ektoparasit

Ektoparasit adalah organisme bersel banyak. Contohnya nyamuk dan kutu. Parasit bisa menyebabkan gangguan pencernaan, penyakit menular seksual, dan malaria.

Cara mencegah patogen masuk ke tubuh manusia

Setiap orang tentu tak ingin tubuhnya sakit. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan guna mencegah patogen masuk ke dalam tubuh kita. Apalagi begitu beragamnya jenis patogen yang mampu membuat tubuh kita terpapar penyakit.

Jika kita ingin tetap menikmati kesehatan secara prima, hendaknya mau memperhatikan beberapa hal berikut ini:

– Rutin mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Tangan adalah sarang patogen yang sering tidak kita sadari;

– Tidak saling bertukar barang dengan orang lain. Contoh barang yang rawan saling tukar pakai adalah handuk dan alat mencukur janggut. Barang tersebut sangat rentan sebagai media penyebaran patogen dari kita ke orang lain atau sebaliknya;

– Hindari bepergian ke daerah yang sedang mengalami wabah penyakit;

– Pastikan sudah mencuci bahan makanan yang akan dimasak dengan bersih untuk menghindari bakteri atau cacing yang terdapat pada sayuran, buah, dan daging. Ada beberapa jenis makanan yang berbahaya kalau tidak dimasak dengan baik, misalnya kangkung dan genjer yang bisa membawa bakteri. Daging yang dimasak dengan tidak matang juga dikhawatirkan masih mengandung cacing yang bisa masuk ke tubuh kita jika dikonsumsi;

– Pergunakan masker saat bepergian ke luar rumah atau ketika sedang mengunjungi orang sakit. Masker juga tetap dikenakan di dalam rumah ketika menerima tamu yang datang ke rumah demi menghindari terpapar dari patogen yang bisa membahayakan jiwa;

– Salah satu langkah pencegahan adalah dengan membuat sistem imunitas di tubuh kita semakin meningkat dengan cara minum vitamin atau suplemen dari bahan herbal yang mempunyai sifat apatogen. Namun tidak semua obat herbal aman dikonsumsi. Kita harus minum supleman herbal yang sudah mendapat izin resmi dari Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

Bakteri baik dan bakteri jahat (sumber: antibioticresearch.org.uk)

Mengapa obat herbal yang memiliki sistem adaptogen dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit? Menurut Yopimesa Yudi, salah seorang praktisi pengobatan tradisional Cina yang juga Direktur PT Daun Teratai mengatatakan, “Menurut ilmu kedokteran dan secara logika tidak masuk akal. Simplisia yang memiliki sistem adaptogen harus mengandung kandungan mineral germanium dan polisakarida. Germanium berfungsi untuk menormalisi fungsi organ organ tubuh serta keseimbangan seluruh enzim dalam tubuh dan polisakarida berfungsi untuk menormalisasi sel dalam tubuh. Keseimbangan fungsi organ, enzim, dan sel maka imun tubuh akan meningkat dan dapat menyembuhkan penyakit atau menangkal penyakit. Adaptogen sampai saat ini masih terus dalam penelitian ilmuwan di dunia untuk melawan penyakit.

 

Penulis: Edy Ratov Fexzu

***

Tags

Admin

Admin Jejak Digital Media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close