Jejak Digital MediaKesehatan
Trending

Benarkah Air Rebusan Kayu Manis Baik untuk Kesehatan?

Pengguna sebaiknya berhati-hati dengan efek sampingnya

Oleh: Edy Ratov Fexzu

Kayu manis ini merupakan salah satu dari rempah yang cukup sering ditambahkan dalam berbagai macam masakan sebagai penyedap rasa. Bahkan sangat tidak jarang juga batang ataupun bubuk kayu manis ini dibuat menjadi sebuah minuman herbal yang dianggap bisa menghangatkan tubuh dan dipercaya memiliki beberapa khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya bermanfaat untuk mengatur gula darah.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa kayu ini dapat meningkatkan kontrol gula darah di antara orang-orang pra diabetes yang dapat memperlambat diabetes tipe 2. Menurut informasi yang dilansir dari laman jawapos.com, peneliti Dr. Giulio Romeo dari Joslin Diabetes Center di Boston dan Beth Israel Deaconess Medical Center mengatakan bahwa tim mereka mencari cara yang aman, hemat biaya, dan tahan lama untuk mengurangi perkembangan pra diabetes menjadi diabetes tipe 2.

Pohon kayu manis (sumber: sandiegowell.com)

Giulio Romeo menyatakan bahwa studi selama 12 minggu yang melibatkan 51 orang dengan kadar gula darah, menunjukkan efek positif dari menambahkan kayu manis ke dalam makanan mereka.

Manfaat lainnya dari rebusan kayu ini juga dipercaya sangat mampu untuk meringankan gejala menstruasi. Namun, ada efek sampingnya bagi wanita yang mengonsumsinya, seperti nyeri perut pada bagian bawah, nyeri pinggang,  mual, dan muntah. Bahkan, ada juga wanita yang pingsan. Munculnya gejala tersebut bisa diminimalisir dengan cara mengonsumsinya dicampur dengan teh.

Kulit pohon kayu manis (sumber: thespruce.com)

Menurut informasi yang bersumber dari laman republika.co.id disebutkan bahwa terdapat sebuah penelitian terhadap kayu manis yang dilakukan di kampus Universitas Peradeniya, Sri Lanka. Hasil penelitian tersebut telah merekomendasikan kayu manis sebagai terapi tambahan yang berguna dalam disiplin pengobatan integratif diabetes tipe 2.

Bukti eksperimental dan uji klinis hasil glikemik – zat karbohidrat dalam gula darah – kayu manis juga disebutkan mampu membantu diet buat orang yang mengalami kelebihan berat badan. Caranya yaitu mengonsumsi  air herbal ini secara rutin dalam pola asupan harian. Hasilnya, lemak tubuh akan berkurang sekitar 13 pon atau 5,897 kilogram lemak dalam setahun.

Informasi lainnya terkait kayu manis seperti dilansir dari laman Express. Seorang  ahli nutrisi dari Duke Health yang tidak ada kaitannya dengan penelitian tersebut, Elisabetta Politi, menjelaskan bahwa menurunnya berat badan orang mengonsumsi  rebusan ini secara rutin kemungkinan akibat  asupan sejumlah besar gula yang turut ditekan.

Contohnya kebiasaan sebagian besar keluarga di negara Barat yang sering minum segelas jus jeruk setiap pagi. Jika minuman ini secara konsisten diganti dengan air rebusan kayu manis, ini sama saja dengan menekan konsumsi minuman yang mengandung gula tinggi.

“Walaupun saya tidak mengatakan pasti ada penurunan berat badan dalam jumlah tertentu, tapi saya merekomendasikannya kepada siapa saja yang mencoba menambah asupan cairan,” ujar Elisabetta.

Jika Anda berminat mencoba diet dengan cara mengonsumsi air rebusan kayu manis ini, Anda bisa membuatnya dengan cara menambahkan beberapa batang kayu manis pada air yang direbus hingga mendidih. Setelah airnya dingin, Anda dapat menjadikannya sebagai konsentrat yang ditambahkan pada minuman normal.

Salah satu efek minum air kayu manis adalah nyeri pinggang (sumber: clinicalpainadvisor.com)

Sebuah artikel yang dilansir dari laman hellosehat.com, menganjurkan agar berhati-hati dalam menggunakan minuman rebusan kayu manis karena suplemen herbal ini memiliki efek samping seperti: 1) wajah memerah dan memanas; 2) peningkatan denyut jantung, 3) stomatitis, glositis, dan gingivitis; 4) peningkatan motilitas, anoreksia, dan iritasi; 5) dermatitis alergi (topikal); 6) sesak napas, dan; 7) hipersensitivitas.

Memang efek samping tersebut tidak terjadi kepada semua orang, tetapi sebaiknya Anda harus waspada dan bijak dalam menggunakan obat herbal. Bahkan, bisa saja ada efek lain selain yang sudah tercantum di atas.

Artikel situs kesehatan tersebut juga tidak menyarankan penggunaan kulit kayu manis sebagai pengobatan pada anak-anak atau mereka yang sedang hamil atau menyusui sampai ada penelitian lebih lanjut terhadap tumbuhan tersebut.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, sebaiknya mengonsumsi obat herbal yang sudah melalui uji klinis dan sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Salah satu obat herbal yang sudah lama diproduksi di Indonesia, sudah lolos uji klinis, dan mendapat rekomendasi dari BPOM adalah Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao yang diproduksi oleh PT Daun Teratai.

Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao telah atau dikenal sebagai Herbal Daun Teratai ini telah diuji oleh tim Ilmuwan berpengalaman  di Rumah Sakit Kanker Darmais dan Kampus Universitas Gajah Mada. Herbal Daun Teratai berasal dari ramuan keluarga turun temurun yang sudah terbukti kualitasnya dan dibuat tanpa menggunakan bahan kimia sehingga aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping.

PT Daun Teratai merupakan sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri obat herbal tradisional China berdiri sejak 1986. Perusahaan herbal ini mempunyai komitmen dalam membantu meningkatkan standar kesehatan masyarakat Indonesia.  hal tersebut dibuktikan dengan adanya pengembangan produk yang terkait dengan bidang kesehatan, terutama penyakit kanker, diabetes dan berbagai penyakit kronis lainnya.

***

Tags

Admin

Admin Jejak Digital Media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close