Kerjasama PPNI dan BP2MI Sulut Membuahkan Hasil, Belasan Perawat Siap ke Jerman

oleh -131 Dilihat

JD_NASIONAL-Angka pertumbuhan penduduk yang tinggi disertai inflasi di suatu daerah menjadi salah satu pemicu berkurangnya lahan pekerjaan di Indonesia.

Para perawat yang siap ke Jerman menggunakan kemeja putih

Belum lagi ditambah dengan munculnya lulusan-lulusan baru baik dari SMA, SMK dan perguruan tinggi yang menambah daftar pengangguran.

Berkaca dari hal tersebut, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ners Suwandi I Luneto terus berjuang mencari solusi.

Satu diantaranya adalah menjalin kerjasama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sulut dibawah kepemimpinan Hendra Makalalag.

Diketahui Ners Suwandi sapaan akrabnya, pada bulan Juni lalu mengutus Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPD) PPNI Kota Manado, Ners Joike J Lumataw untuk menyampaikan niat baik tersebut.

Termasuk berkoordinasi mengenai rencana kerjasama penyiapan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang memiliki gelar sebagai seorang tenaga perawat.

Kerjasama ini pun mulai membuahkan hasil.

Bagaimana tidak, sebanyak 14 putra putri Sulut dan Gorontalo dinyatakan lulus wawancara pada program G to G Jerman tahun 2022.

“Saya senang sekali karena berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan oleh kedeputian penempatan pemerintah kawasan eropa dan timur tengah BP2MI Sulut dan Gorontalo, dari 18 yang melamar sebanyak 14 peserta lulus wawancara,” kata Kepala BP2MI Sulut, Hendra Makalalag belum lama ini.

Kata dia, tahun lalu dari Sulut dan Gorontalo tidak ada yang lulus pada program ini karena jumlah kuota yang disediakan sangat sedikit.

Tahun lalu yang diterima oleh pihak Jerman hanya sebanyak 200 kandidat dan pelamar dari Sulut serta Gorontalo hanya empat orang.

“Tahun ini pihak Jerman membuka kuota sebanyak 300 orang dan Alhamdulilah dari Sulut dan Gorontalo jumlah yang melamar ada 18 orang, dan yang lulus wawancara ada 14 orang,” jelas Hendra yang larut dalam kegembiraan.

Menurut dia, setelah lulus wawancara maka akan berlanjut mengikuti pelatihan bahasa Jerman level B1 secara online dan offline oleh Goethe Institute Jakarta.

Para kandidat ini nantinya dapat memilih apakah ingin mengikuti pelatihan ini secara online maupun offline sesuai dengan kondisi dan pertimbangan masing-masing.

“Adapun pelatihan nantinya diadakan selama sembilan bulan dan akan dimulai diawal Oktober 2022 nanti,” jelas Hendra, sembari berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan berbahasa dengan lancar dan siap bekerja di Jerman sehingga mampu mensejahterakan ekonomi keluarga.

“Serta turut menyumbangkan devisa untuk membangun Sulut dan Gorontalo,” harapnya.

Terpisah Ketua DPW PPNI Sulut, Ners Suwandi I Luneto mengaku sangat senang dan bangga dengan hasil kerjasama tersebut.

“Saya berharap keberhasilan ini dapat memotivasi dan memicu teman-teman perawat untuk meningkatkan kompetensi dan dapat berkiprah di dunia internasional,” ujarnya.

Dosen ternama di beberapa Fakultas Keperawatan di Sulut ini mengatakan, ini adalah satu diantara tugas PPNI yaitu mensejahterakan para perawat.

“Sehingga perawat disayangi anggota, dicintai pemerintah dan disegani profesi lain,” tandasnya. (lix)

Penulis/editor : Felix Tendeken S.Kep

Media Partner PPNI Sulut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.